Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Hancur

Malam ini dengan segala gundah dalam hati. Kau hanya bisa diam memelas belas kasih Tuhan agar tenang segera kau hampiri. Bangkitmu kembali jatuh, tapi untuk berdiri lagi tidak ada pertolongan sama sekali. Kau kehilangan separuh nyawamu dan tiba-tiba saja kau didiagnosa depresi. Sampai saat itu kau tersadar, harimu kau buka dengan senyuman, tapi kau tutup dengan tangisan. Takut menderamu habis-habisan. Kesepian mendatangimu di tengah keramaian. Kau merasa kosong, ditambah setiap kali kau membagi tanggapan orang selalu berlebihan. “Kau jauh dari Tuhan. Imanmu lemah.” “Halah, masalah gitu aja sampai depresi.” Padahal kau hanya mencari cara agar bisa lepas, tapi cemoohan itu selalu datang. Itu karena mereka tidak tau, ada manusia yang rela bangun lebih awal daripada orang lain demi menemui Tuhan-nya di sepertiga malam.  Ada manusia yang menangis sejadi-jadinya saat berdoa sampai lupa dia masih hidup di dunia. Ada manusia yang tengah berusaha mengalihkan pemikiran bunuh dir...

Keluh

Sudah, aku ingin tamat saja. Atau bisakah aku pindah tatasurya? Ada banyak persoalan di umur pendewasaan. Seperti diberi cinta, tapi dikhianati saat itu juga. Keyakinan yang dinodai, orang-orang mudah sekali datang dan pergi. Anak tangga menuju sukses pun terlihat panjang sekali. Kebanggaanku telah dipatahkan. Laraku disimpan rapat-rapat, dihiruakan. Diriku sudah melarat belas kasihan. Telingaku terlalu sering mendengar cemoohan. Hari-hari membosankan menjadi makanan. Dunia dominan perselisihan yang ribut mengejar jabatan. Hingga pertemanan menjelma sebagai ajang pamer kekuasaan, kerabat sudah hilang keharmonisan. Walau esok terlihat hangat kebersamaan, sukmaku tidak mau merasakan. Rasanya ingin sekali mengulang usia balita. Memangnya ada apa? Aku memiliki senyum sekilau berlian, orang-orang tak membiarkan aku lepas dari pelukan. Sekarang, lihatlah! Cahaya tawaku tak seterang dulu, kepergianku tak lagi meninggalkan haru. Aku bukan lagi balita hingga Ayah ...