Postingan

Pemanfaatan Teknologi dalam Dunia Pendidikan

Gambar
Keberhasilan pembelajaran merupakan tujuan utama dalam proses pendidikan. Pada tahun 2020, perkembangan pendidikan di Indonesia sudah tidak asing dengan pemanfaatan teknologi. Merebaknya berbagai fitur ataupun platform yang menunjang pembelajaran merupakan peluang besar bagi dunia pendidikan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dengan mengkombinasikan strategi mengajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pentingnya peran teknologi dalam Pendidikan tidah hanya sebatas video conference saja, masih ada banyak peran teknologi dalam Pendidikan, seperti:                      a)       Membantu anak dalam mempelajari materi baru;                     b)       Pemberian materi lebih mudah dan praktis;                     c)     ...

Rumit

Seringkali diri sendiri tidak mengenali siapa dirinya, lalu kenapa orang lain sibuk menghakimi seolah tau segalanya? ***** Kurasa setiap orang mengalami ini Mengunci diri di dalam kamar Lalu, menangis diam-diam agar tak terdengar Kadang paham apa penyebabnya Kadang hanya ingin melepas bebas saja Semua berawal dari terlalu memikirkan hal-hal kecil dan sukses besar membawa ke jalan kerikil Kupikir ini wajar, lambat laun ini melelahkan Bagaimana tidak, jika luka masa lalu, hari ini, hingga pertanyaan mengenai masa depan ikut memenuhi pikiran? Bukan mauku menjadi terlalu khawatir Namun semuanya datang tanpa diundang, tapi tidak mau disingkirkan Rasanya aku adalah manusia paling payah Sulit bagiku untuk menerima diri dan menjadi tabah Walaupun begitu, hidup tidak akan berhenti hanya karena diri ini tak sanggup lagi menjalani hari Hidup terus berjalan tanpa peduli seberapa besar rasa ingin mati Tanpa kusadari, luka-luka itu bukan untuk diratapi Luka hanya berperan sebagai j...

Hancur

Malam ini dengan segala gundah dalam hati. Kau hanya bisa diam memelas belas kasih Tuhan agar tenang segera kau hampiri. Bangkitmu kembali jatuh, tapi untuk berdiri lagi tidak ada pertolongan sama sekali. Kau kehilangan separuh nyawamu dan tiba-tiba saja kau didiagnosa depresi. Sampai saat itu kau tersadar, harimu kau buka dengan senyuman, tapi kau tutup dengan tangisan. Takut menderamu habis-habisan. Kesepian mendatangimu di tengah keramaian. Kau merasa kosong, ditambah setiap kali kau membagi tanggapan orang selalu berlebihan. “Kau jauh dari Tuhan. Imanmu lemah.” “Halah, masalah gitu aja sampai depresi.” Padahal kau hanya mencari cara agar bisa lepas, tapi cemoohan itu selalu datang. Itu karena mereka tidak tau, ada manusia yang rela bangun lebih awal daripada orang lain demi menemui Tuhan-nya di sepertiga malam.  Ada manusia yang menangis sejadi-jadinya saat berdoa sampai lupa dia masih hidup di dunia. Ada manusia yang tengah berusaha mengalihkan pemikiran bunuh dir...

Keluh

Sudah, aku ingin tamat saja. Atau bisakah aku pindah tatasurya? Ada banyak persoalan di umur pendewasaan. Seperti diberi cinta, tapi dikhianati saat itu juga. Keyakinan yang dinodai, orang-orang mudah sekali datang dan pergi. Anak tangga menuju sukses pun terlihat panjang sekali. Kebanggaanku telah dipatahkan. Laraku disimpan rapat-rapat, dihiruakan. Diriku sudah melarat belas kasihan. Telingaku terlalu sering mendengar cemoohan. Hari-hari membosankan menjadi makanan. Dunia dominan perselisihan yang ribut mengejar jabatan. Hingga pertemanan menjelma sebagai ajang pamer kekuasaan, kerabat sudah hilang keharmonisan. Walau esok terlihat hangat kebersamaan, sukmaku tidak mau merasakan. Rasanya ingin sekali mengulang usia balita. Memangnya ada apa? Aku memiliki senyum sekilau berlian, orang-orang tak membiarkan aku lepas dari pelukan. Sekarang, lihatlah! Cahaya tawaku tak seterang dulu, kepergianku tak lagi meninggalkan haru. Aku bukan lagi balita hingga Ayah ...

I Love You To the Moon and Back

Teruntuk orang-orang yang aku sayang. Ada begitu banyak kata “cinta” yang tidak bisa diungkapkan. Begitu banyak ungkapan “maaf” yang belum sanggup kukatakan. "Terima kasih" ini tak kunjung bisa kuutarakan. Pada diriku sendiri yang pengecut juga curang, semoga semua ini tersampaikan. ***** Dari kecil hingga besar aku diajarkan bahwa dunia itu kejam. Namun, bagaimana bisa aku mengerti karena dari dulu dekapan orang tua menutupi segalanya. Mereka rela melindungi aku dari ancaman dunia. Memberikan aku senyum tulus, meski, iya, aku tau itu palsu karena alasan terbesarnya adalah mereka hanya ingin aku bahagia se b agaimana mestinya.  Kadang aku iri kenapa bisa sehebat itu mereka. Kenapa aku tidak bisa memberi apa-apa? Nilaiku jelek, mereka hanya menasehati tanpa menghakimi. Aku gagal, mereka selalu bisa mengeratkan pelukan. Dihadapan semua orang namaku selalu mereka sanjung bagai raja nan agung. Padahal, apa? Aku tidak pernah memberi yang isimewa.   ...

Kesalahan Arti

Untuk hari-hari yang tak lagi sama. Pada persandingan yang terpisah kaca. Perpisahan, sebagai pembatas antara kita. Hatiku dijatuhkan pada orang yang tidak pernah terpikirkan. Detak jantung yang tak beraturan, obrolan sampai malam, hingga tidak sadar tujuan hidup menjadi ternomer dua kan. Mulai saat itu hari-hariku terlibat pada pertengkaran, untuk selanjutnya baikan. Obrolan kita terlalu seru untuk sekedar kutinggalkan. Namamu disebut seseorang aku yang malah gemetaran. Bayanganmu saja baru terlihat di kejauhan aku mulai gelisah tak karuan. Dimulai saat remaja, perasaan membuncah itu tercipta. Melibatkan dua orang untuk saling menjaga. Seperti waktu itu, katamu, aku adalah segalanya. Kamu menomer satukanku di atas siapa saja. Lambat laun arti diriku hilang tanpa perantara. Keindahan hubungan kita ditarik menghilang saat itu juga. Tanpa kejelasan apa-apa, dinding pembatas antara kita tercipta. Kukira kamu benar-benar tulus apa adanya. Di saat aku terlanjur berja...

Pengkhianatan

Perkenalkan aku manusia yang mudah bosan. Lalu kamu datang dengan senyum ramah penuh kehangatan. Semenjak ada kamu hari-hariku tidak lagi terasa jemu. Malam hari kita habiskan dengan harapan besok bisa bertemu. Pembicaraan kita selalu saja terselip perihal rindu. Sejauh itu nyaman adalah tali penyatu. Lambat laun aku sadar ini bukan sekedar keterikatan, ini lebih dari sekedar nyaman. Kesadaran atas perasaan membuatku berani menyatakan apa yang selama ini mengganjal hati juga pikiran. "Aku mencintaimu" kucoba untuk menjelaskan. Tanpa disangka ternyata kamu sudah lama menantikan kalimat sedehana yang rumit diutarakan. Iya, sesingkat itu aku dan kamu menjadi satu. Kamu tau, saat itu adalah momen aku merasa sangat bahagia. Kita bukan lagi teman biasa. Sekarang, kita terikat oleh hubungan di mana aku bisa menyebut kamu adalah milikku. "Aku rindu," katamu. Lalu aku mencoba menenangkan. Besoknya kita bertemu sesuai perjanjian. Semenyenangkan itu hubungan ...