Hai, Teman
Masih ingatkah kisah ini, kisah dimana kita belum saling sapa apalagi bertukar cerita hingga akhirnya menjelma layaknya saudara? Bukan kebetulan, kita memang sudah ditakdirkan menjadi satu kesatuan.
Tidak perlu repot-repot menyembuyikan sesuatu karena aku sudah hapal betul mimik wajahmu. Suaramu saja seperti telah melekat di telingaku. Terasa setiap saat kamu ada di sampingku.
Sekarang resapi lebih dalam, hampir seluruh kisah hidupku kamu tau bukan? Bagaimana tidak, setiap hari kita berbagi kisah tidak peduli langsung bertatap ataupun melalui chatan. Kita memang selucu itu, tidak pernah kehabisan bahan bahkan sesuatu tidak masuk akal saja kita bicarakan.
Lalu... tiba-tiba aku dibuat sadar sebentar lagi hadirmu akan ditarik menghilang. Jarak sedang menanti kita di pelabuhan. Siap meramu untuk menciptakan canggung yang mendalam.
Maka yakinkan diri sendiri tanpa harus membuat janji. Tanamkan saja dalam hati masing-masing bahwa perpisahan adalah awal untuk membagun harmoni. Menjadikan kita yang lebih serasi, memahami satu sama lain agar bisa mengerti bahwa peran masing-masing adalah penting. Bahwa sejati akan selalu kembali. Bahwa mau bagaimana pun juga teman adalah rumah kedua dunia.
Apakah ini telah ditaburi biji wijen patrick?
BalasHapusKurasa tidak
Patrick tau biji wijen?
HapusPatrick tau hampir segala nya
HapusAku tidak pernah bosan membaca tulisanmu adik kecil.
BalasHapusSegeralah menyelesaikan urusan dunia nyatamu dan lanjutkan cerita wattpad yang membuatku penasaran itu :3
Siap Mbakku
HapusAdik kecil
HapusSupport to you Trijaya Sastia. I am going to wait your next. OK.
BalasHapusOke, thank you.
HapusKeep moving forward my little girl...
BalasHapusYaps
Hapus