Kesalahan Arti
Untuk hari-hari yang tak lagi sama.
Pada persandingan yang terpisah kaca.
Perpisahan, sebagai pembatas antara kita.
Hatiku dijatuhkan pada orang yang tidak pernah terpikirkan.
Detak jantung yang tak beraturan, obrolan sampai malam, hingga tidak sadar tujuan hidup menjadi ternomer dua kan.
Mulai saat itu hari-hariku terlibat pada pertengkaran, untuk selanjutnya baikan.
Obrolan kita terlalu seru untuk sekedar kutinggalkan.
Namamu disebut seseorang aku yang malah gemetaran.
Bayanganmu saja baru terlihat di kejauhan aku mulai gelisah tak karuan.
Dimulai saat remaja, perasaan membuncah itu tercipta.
Melibatkan dua orang untuk saling menjaga.
Seperti waktu itu, katamu, aku adalah segalanya.
Kamu menomer satukanku di atas siapa saja.
Lambat laun arti diriku hilang tanpa perantara.
Keindahan hubungan kita ditarik menghilang saat itu juga.
Tanpa kejelasan apa-apa, dinding pembatas antara kita tercipta.
Kukira kamu benar-benar tulus apa adanya.
Di saat aku terlanjur berjanji pada dunia, bahwa kamu adalah satu-satunya.
Tiba-tiba kebimbangan hatimu menghancurkan segalanya.
Aku sadari bahwa kita adalah kesalahan itu sendiri.
Tidak seharusnya menjanji, jika saling mengingkari.
Tidak seharuanya menciptakan cinta pada usia bimbang ini.
Untuk menikmati masa remaja agar sama seperti yang lainnya.
Cinta yang harusnya diisi kasih sayang hanya karena rasa hati tak karuan kita salah artikan.
Di usia termuda, kisah kita bisa jadi lenyap seperti yang lain.
Terlupa kan oleh waktu yang mulai berpaling.
Tak apa, toh, kita masih bisa berteman.
Saling mengenal, agar selanjutnya jadi pelajaran.
Komentar
Posting Komentar